Waktu itu bulan puasa, saat orang-orang sibuk mencari jajanan untuk berbuka. Dari situ muncul ide sederhana: kenapa nggak coba jual risol aja? Siapa sih yang bisa nolak risol saat waktu buka puasa tiba?
Dari dapur rumah, Risol Mayoyo mulai berjalan. Awalnya hanya by order, dikirim satu per satu pakai motor sederhana, tapi penuh semangat. Prosesnya nggak selalu mudah. Banyak trial and error, terutama mencari mayones yang rasanya paling pas buat isiannya.
Sampai akhirnya ketemu dengan Mamayo.
Rasanya manisnya pas, creamy-nya lembut, dan gurihnya seimbang. Sejak itu, setiap gigitan risol jadi lebih istimewa dan pelanggan pun makin banyak yang suka.
Kini, setelah perjalanan singkat tapi penuh perjuangan, Risol Mayoyo sudah punya 3 cabang di Jawa Timur.
Dari dapur kecil, kini jadi usaha yang terus tumbuh dengan rasa syukur.
Mamayo teman setia dalam setiap perjalanan usaha, dari buka puasa pertama hingga buka cabang baru
