Kadang, langkah berani dimulai dari keputusan yang paling sulit.
Setelah 5 tahun bekerja di perusahaan tambang, pemilik Dimsum Simochi akhirnya memutuskan untuk resign meninggalkan zona nyaman demi mengejar mimpi yang lama tertunda: membangun usaha sendiri.
Tahun 2024, dari dapur kecil di rumah, perjalanan Dimsum Simochi dimulai. Nggak langsung sempurna prosesnya penuh trial and error, mencoba berbagai resep, rasa, dan cara melayani pelanggan.
Satu hal yang nggak pernah berubah: komitmen pada kualitas rasa dan pelayanan.
Bagi Dimsum Simochi, setiap piring yang disajikan bukan sekadar makanan, tapi wujud dari dedikasi dan cinta terhadap pelanggan.
Di sanalah mayones jadi bahan penting pelengkap rasa gurih yang bikin setiap gigitan jadi berkesan.
Dan Mamayo jadi bagian dari cerita itu, membantu menjaga cita rasa yang konsisten di setiap outlet.
Kini, setelah satu tahun berjalan, Dimsum Simochi sudah punya dua cabang.
Masih banyak mimpi yang ingin dikejar, tapi satu hal pasti: langkah kecil yang dimulai dari keberanian, kini jadi langkah besar menuju kesuksesan.
Mamayo menemani setiap perjalanan usaha, dari dapur pertama hingga cabang kedua
